Trader
Login
FORGOT
PASSWORD
Deposit Withdrawal

Drama Politik Taking of Pelham 123

Mar

24.10

Posted by Pratama
8 Comments

Kita banyak melihat gambaran dari kekacauan melalui media massa. Drama politik, terorisme, bencana sipil, keruntuhan ekonomi ini menjadi sebuah pisau bermata dua dalam konteks dunia trading. Tentunya hal ini menjadi porsi rutinitas tersendiri dalam analisa fundamental yang kita lakukan sehari-hari. Saat ini, market adalah suatu gambaran suatu keserakahan dari para pelaku-pelaku didalamnya.

Saya jadi teringat film “Taking of Pelham 123″ yang dibintangi oleh dua bintang top Hollywood; John Travolta dan Denzel Washington. Film ini bagi saya merupakan gambaran yang tepat dimana sisi humanisme dari sudut pandang kita sebagai trader akan diuji. Percayalah, sebagai trader anda tidak akan rugi menontonnya :)

Travolta disini berperan sebagai Ryder, seorang fund manager sekaligus sebagai seorang teroris yang berusaha memanipulasi market emas di Wall Street melalui pembajakan kereta bawah tanah berpenumpang. Sedikit demi sedikit seiring alur cerita kita mendapatkan gambaran dari karakter Ryder ini, mulai dari lelucon-lelucon ironisnya mengenai human life sampai terakhir pada permintaan uang tebusan sebagai alat barter bagi para sandera. Kenapa ironis? Ryder adalah termasuk golongan “orang berpendidikan dan berdasi” di Wall Street, tapi kenapa dia masih mau mengerjakan hal yang “kotor”?

Point menarik bagi saya disini, kita belajar bahwa Ryder memiliki sebuah firma finansial di New York yang “bertanggung jawab” untuk merampok dana pensiun dari kelas pekerja kota, dan seluruh motivasi untuk membajak kereta api adalah untuk memanipulasi market sehingga dia bisa membuat keuntungan besar (US $2 juta menjadi US$ 300 juta). Anda bisa kaitkan hal ini dari segi analisa fundamental, dan saya yakin anda tentu sudah sering mengalaminya. Contohnya, saat-saat munculnya news economic calendar ataupun berita terorisme saat gedung WTC di Amerika rubuh ditabrak pesawat berpenumpang.

Contoh Konkrit di Indonesia

Selalu ada makna yang bisa dipetik dari suatu film. Ryder adalah suatu simbol dari market dan bagaimana dia memangsa para pelaku pasar lain yang lebih kecil. Dia adalah kekuatan dari perilaku market yang korup dan tidak berhati nurani. Motivasi terselubung dari karakter Ryder yang diperankan oleh Travolta untuk memanipulasi pasar emas melalui aksi terorisme, menunjukkan suatu realitas yang sering terjadi di market. Kekacauan yang ditimbulkan dari adanya aksi terorisme akan menimbulkan suatu fluktuasi di dalam market sendiri.

Dalam konteks yang lebih besar, kejadian-kejadian drama politik seperti kasus bailout Bank Century dan berita/gosip ekonomi lainnya, terkadang “sengaja” dihembuskan untuk menciptakan kekacuan yang sebenarnya merupakan roda penggerak dari market itu sendiri dan akan menggilas para pelaku pasar di dalamnya yang tidak siap/peka terhadapnya. Ironisnya, karakter Ryder yang diceritakan dalam film “Taking of Pelham 123″ merupakan potret dari perilaku market saat ini. Disaat beberapa orang mengambil keuntungan darinya, dilain tempat beberapa orang lainnya menderita.

Masih ingatkah anda, ketika badai krisis moneter menimpa Indonesia, nilai tukar rupiah yang terjun bebas terhadap dollar AS. Saat itu Pak Soeharto mengajak semua pejabat dan konglomerat Indonesia untuk beramai-ramai menukarkan cadangan dollarnya ke rupiah. Hal ini bagi saya adalah suatu hal yang sia-sia (saya menganggapnya sebagai lelucon). Normalnya, tidak ada seseorang yang cukup bodoh untuk menuruti ajakan menukar dollar AS ke rupiah pada saat itu, karena akan lebih menguntungkan bagi mereka jika tetap memegangnya. Pak Soeharto pun saya kira juga tidak mungkin menukarkan semua cadangan dollarnya ke rupiah.

Pesan Singkat Penulis

Dalam pandangan saya, film “Taking of Pelham 123″ seakan ingin menyindir beberapa perilaku market yang dieksekusi secara indah dan tersembunyi. Dibalik kehingar-bingaran market yang menawarkan suatu “surga” bagi para pelakunya, terselip realita-realita pahit dan resiko yang besar di dalamnya.

Sebagai seorang trader, kita tidak cukup hanya bertumpu pada suatu analisis semata, kita harus selalu peka terhadap kejadian diluar sana. Saya tidak akan jenuh untuk selalu mengingatkan bahwa kita harus selalu disiplin terhadap rencana trading yang kita buat berdasarkan pertimbangan money management dan resiko. Mungkin bagi anda ini adalah hal yang simple atau dasar, namun justru di sinilah titik lemah kita sebagai manusia, kita sering melupakan hal-hal mendasar dan simple apabila kita telah “melangkah lebih jauh”.

Catatan kecil dari saya sebagai penutup disini, jangan lupa untuk selalu menyisihkan sebagian profit trading kita untuk berderma, agar kita dapat merasakan semangat dari suatu pencerahan dan penebusan yang bermakna sebagai seorang manusia yang hidup di dalam suatu dunia (perilaku market) yang semakin korup.

Bagaimana tanggapan anda tentang hal ini?
Kami tunggu komentar-komentar anda pada comment box.

linkedin share

{ 8 comments… read them below or add one }

Dhani Pratama May 25, 2010 at 2:51 PM

@Bro Fakhri :
Merdeka Bro!! ^^

fakhri May 25, 2010 at 1:52 PM

hidup semua…

Robin March 26, 2010 at 10:54 AM

wah banyak ketinggalan film nih sepertinya saya…

@ghandul : saya dah kelar nonton wallstreet yang pertama bos…pelemnya keren and realita endingnya juga dapet…tinggal nungguin wallstreet yang ke-2 nih…. :D

Dimaz Prasetya March 25, 2010 at 11:10 PM

oya, kalo mau liat trailernya dulu, bisa liat di link di bawah ni.. :)

Trailer 1
http://www.youtube.com/watch?v=NZw7uPN9N6Y

Trailer 2
http://www.youtube.com/watch?v=qzuNpOqtBM0

Dimaz Prasetya March 25, 2010 at 10:44 PM

kalo film The Scam, udah pernah nonton bos..?

itu film korea yang ada kaitannya sama trading juga.. baru rilis Maret 2009 kemarin. Di situs Indowebster udah ada yang share filmnya. hehehe
kalo mau search, ketik aja keyword nya “The Scam 2009″ :D

Robin March 24, 2010 at 3:20 PM

emang cerita wallstreet nya sendiri kek gemana bos ??
yang lagi tayang di 21 sekarang kan ?? seru ga ??
biar langsung ditonton nih…hehehehehe …

Dhani Pratama March 24, 2010 at 1:44 PM

waduh … yg itu belum Bro, susah nyarinya :D.
but thanks, nanti dicoba cari dari internet :)

Ghandul March 24, 2010 at 1:31 PM

wallstreet udah nonton bos…?

Leave a Comment

Previous post:

Next post:

Mexico Jobless Rate At 11-month Low   –   Brazil Jobless Rate Unexpectedly Climbs In November   –   Italy Nov Hourly Wages Rise For Second Month   –   U.K. November Budget Gap Narrows   –   Ireland Output Prices Rise For Second Month   –   Latvia Producer Prices Flat In November   –   Asia-Pacific Investor Survey Flags Geopolitical, Abenomics Risks – Fitch   –   U.K. Retail Sales Growth Strongest Since 1988: CBI   –   Iceland Inflation Eases For Second Month   –   Slovenia Output Prices Flat In November   –  
Futures Galleria
LiveZilla Live Help