Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, karena kesalahan tidak memandang seberapa banyak / sedikitnya pengalaman seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dalam kegiatan trading, sebuah kesalahan trader adalah suatu hal yang tidak luput pula dari setiap tindakan / keputusan yang diambilnya.
Memang benar, setiap trader juga mengetahui hal ini dan juga paham akan sifat dasar dari manusia (secara umum). Namun pada realita yang ada, seringkali terbalik keadaannya, dimana trader sering asyik dengan “dunianya sendiri”, hingga melupakan kesalahan trader yang terus – menerus dilakukannya.
“Berani loss, tapi takut mengambil profit”. Pernah mendengar pernyataan tersebut? Atau justru masih terjebak dalam situasi tersebut?
Kesalahan yang memang terdengar konyol untuk dilakukan dan tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan tersebut dilakukan dengan cara menahan / hold posisi ketika floating loss terus, terus dan terus… hingga skenario terburuk yaitu; MC (Margin Call).
Anehnya lagi, ketika trader sedang melakukan kesalahan dalam TP (take profit), posisi harga sedang naik secara perlahan, lalu muncul perasaan cemas / takut harga menjadi rebound (berbalik) tanpa disadarinya. Alhasil, keuntungan yang seharusnya lebih besar, dilepas dengan segera melakukan close posisi di saat yang tidak tepat (tanpa money management ).
Dalam contoh keadaan seperti itu, biasanya trader tersebut melakukan trading bedasarkan firasatnya bukan analisa mendalam. Hal itu wajar, kesalahan trader merupakan resiko trading, terlebih dalam proses pembelajarannya untuk menghindari ketidakstabilan emosi. Namun, apabila “kesalahan yang sama” terus – menerus dilakukan, akan lebih terlihat konyol lagi bukan?
Penyesalan, itu yg selalu terjadi hampir pada setiap trader. Menyesal saat terlalu cepat mengambil profit, dan menyesal saat terlalu lama “menampung” loss. Mulailah yakin pada diri anda sendiri dan disiplin pada analisa yang telah anda buat, dengan begitu maka anda baru bisa lebih menghargai hasil jerih payah analisa anda sendiri tanpa diakhiri dengan rasa menyesal.
Sungguh tidak ada maksud merendahkan ataupun melecehkan trader yang pernah melakukan kesalahan tersebut. Sesungguhnya artikel ini hanya ingin mengingatkan pada diri kita masing-masing, siapapun Anda, termasuk saya sendiri, untuk menghindari kesalahan yang sama di masa mendatang.
Berbagilah bersama kami dan nantikanlah kisah selanjutnya yang menarik untuk dibahas, karena pengalaman trader Anda dapat berguna bagi trader lain dan sebaliknya.


{ 22 comments… read them below or add one }
wah benar nih….sy barusan margin call 3 kali …sy pernah floating loss usd 800 dalam 3 hari zero floating……pikiran tenang sementara ……dan sy trading lagi ….kejebak floating loss lagi sampe equity 200 dari USD 1000….finally totally loss…
…………anyway thanks for sharing and remind me…………
pak made
dalm dunia onlinetrading yang paling penting adalah trading plan kita dan risk manageman
kapan kita bisa sharing2 pak?kebetulan saya bekerja disalah satu perusahaan pialang berjangka
terbuka saja..sy juga pernah mengalami hal itu..dari sisi analisa sy sudah bisa mengendalikan emosi terutama dalam menghadapi pasar yang mengarah pd floating dan berujung pada loss. biasanya terlambat masuk pasar yang berujung pada balik arah karena menguji kondisi analisa terlebih dulu. artinya dengan menahan atau tidak mudah tergiur masuk oleh karena pergerakan pasar yang spontan, sy jadi terhindar dari margin call. Akhirnya, sy menemukan karakter trader sy sendiri yaitu menunggu pasar yang benar2 profitble. Kalau kondisi pasar tidak begitu, maka sy tidak masuk pasar. Lama2, kepercayaan diri tumbuh karena sering menjumpai kondisi market yang selalu berulang..mungkin ini sm halnya dengan teknik chart pattern
saya setuju dgn sdr.winkbiz…berbagi dong seperti apa market yg btl2 sdg frofitable itu…?
berhubung ada yg nanya, jadi sy bagi infonya. setidaknya, ada beberapa langkah untuk mengetahui pasar profitable. (1). sy biasa menggunakan indikator bolinger band dan parabolik sar. (2). gunakan software pivot point yang membentangkan garis pivot poin, support 1, S2, S3 dan sebaliknya resistance 1, R 2, R3. (3). Langkah ke-3, saat entry pasar, pastikan pasar setelah sideway yang ditunjukan dengan indikator bolinger band. Jangan buru2 dulu masuk pasar. Nah, saat pasar akan bergerak terlihat candle bergerak fluktuatif. Bagi yang belum berbiasa dengan kondisi ini, akan memprediksi pasar balik arah, padahal cuma fluktuasi sebentar, lalu melanjutkan pasar.
Disinilah saat masuk pasar dengan tepat yang ditunjukan tanda candle berwarna berlawanan, kalo merah (turun) berarti candle berwarna hijau. demikian sebaliknya. atau bisa juga ditunjukan tanda candle yg berupa dodji (+). dan pastikan juga pasar baru mulai bergerak. Artinya belum mencapai 30-40 pip. o ya..satu lagi, jangan lupa time nya 15 menit.
sy sendiri mengklafisikan pasar itu menjadi dua, pasar bagus dan pasar jelek. pasar baik menunjukan pergerakan pip antara 70-100 dalam sehari. sedangkan pasar jelek kurang dari 40 pip. Pergerakan pasar terjadi selang seling. jadi, setelah pasar bagus, jangan harap besok bagus. soalnya, biasanya akan jelek. sy kira itu..mudah menambah khazanah trading anda.
Salam kenal semuanya…..,maaf ni mo ikut nimbrung Boss…….
O ya Om Winkbiz……,tanda2 pembalikan arah klo kita belajar dengan candlestik tu gmna y…..?ciri2nya seperti apa…..?trim’s Saya masih Newbie…..
Ciri2 pembalikan arah:
Candlestik sudah sampai R-1 atau S-1. Kalau sekiranya indikasi candle tidak akan melanjutkan pergerakan ke R-2 atau S-2, maka kemungkinan besar akan balik arah, seperti pasar GBP/USD sore kemarin dengan time form 15 Menit. Disinilah perlunya menunggu pergerakan candle 1-7 menit untuk mengetahui pergerakan candle yang sebenarnya. Ini kebiasaan sy..mungkin kebiasaan orang beda2.
Makanya, ketika sy entry market selalu menunggu tanda fluktuasi dan sudah mendekati garis R-1 atau S-1. Dengan cara seperti ini, biasanya akan dapat profit. Misalnya pada pasar USD/CHF. Pasar ini sulit untuk melanjutkan pergerakan penurunan ke garis S-2, ternyata dia akan balik arah. sy kira itu dulu terima kasih.