Trader
Login
FORGOT
PASSWORD
Deposit Withdrawal

Cara mengatasi faktor emosi yang timbul ketika trading

Jun

15.11

Posted by Pratama
5 Comments

futures galleria blogKetika dihadapkan pada suatu pilihan investasi, tanpa disadari kondisi emosi kita tidaklah sebagus yang kita kira. Hal inilah yang menjadi penyebab kenapa kita terkadang melakukan kebiasaan – kebiasaan yang aneh dan tidak rasional.

Lalu apakah anda termasuk dari bagian yang rasional? Jawabannya bisa anda temukan sendiri di artikel ini.

Rasa takut akan menyesal

Ketakutan akan penyesalan adalah suatu kondisi dimana sisi emosi mempengaruhi seorang trader ketika menyadari bahwa dia telah membuat suatu kesalahan.

Contoh :
seorang trader melakukan open posisi buy dan terpaku pada harga dimana dia melakukan buy.

Ketika harga bergerak jauh turun, secara tidak sadar dia terlibat secara emosional dengan harga dimana dia melakukan buy. Hasilnya, dia menolak untuk menutup posisi tradingnya untuk menghindari penyesalan karena telah membuat keputusan trading yang salah. Dia juga merasa malu bila posisinya yang loss diketahui orang lain. We all hate to be wrong, don’t we?

Apa yang harus dilakukan bila kita terjebak pada kondisi ini?

Anda bisa ilustrasikan dengan bertanya pada diri anda sendiri,
“Apakah saya akan kembali melakukan buy lagi bila posisi yang sudah loss ini saya tutup?”
Jika jawabannya adalah tidak, maka ini adalah waktunya untuk menutup posisi anda.

Tanpa kita sadari, ketakutan akan rasa menyesal dan malu mengakui kesalahan terkadang malah membawa kita mendapatkan penyesalan yang lebih berat.

penyesalan trader

Keterikatan Mental

Manusia cenderung terpengaruh secara emosional terhadap kondisi market yang sedang bagus atau buruk. Perbedaan kondisi market ini seringkali berdampak banyak kepada sisi emosional trader.

Investor cenderung optimis ketika market sedang booming. Hasilnya, mereka menjadi lebih sabar untuk menunggu sampai mendapatkan profit yang lebih besar. Namun ketika dihadapkan pada kondisi market yang dilanda resesi, tanpa ragu-ragu mereka dengan cepat menjual posisinya untuk mendapatkan porsi profit yang kecil.

Terlalu percaya diri

Kita kadang sering memandang diri kita sendiri terlalu tinggi. Ketika kita berhasil melakukan beberapa kali trading yang sukses secara berturut – turut, kita merasa bahwa kita bisa mengalahkan market. Kondisi emosional seperti ini biasanya akan berujung pada posisi trading yang berlebihan, biaya komisi trading yang besar, serta kemungkinan loss yang lebih besar pula.

Kesimpulan

Tingkah – laku para pelaku pasar ini biasa disebut behavioral economic. Banyak studi yang dilakukan untuk mengamati kejadian-kejadian seperti ini. Dan hasilnya, behavioral economic seperti ini seringkali berbentrokan dengan teori ekonomi akademis.

Dari uraian diatas, bisa dikatakan bahwa musuh besar kita adalah diri kita sendiri. Kenali kondisi seperti apa yang membuat kita menjadi hilang kontrol atas diri kita sendiri. Dengan memahami apa yang terjadi dengan sisi emosional kita ketika trading, diharapkan kita dapat menghindari kesalahan – kesalahan trading seperti ini secara berulang – ulang.

Bagaimana dengan anda? Mari berbagi pengalaman disini :)

Bila anda menyukai artikel ini, anda mungkin juga menyukai yang ini :

Dapatkan tips – tips trading dan analisa harian dari kami secara GRATIS
Cukup dengan mendaftar di sini : DAFTAR

linkedin share

{ 4 comments… read them below or add one }

kang.dod September 13, 2011 at 4:28 PM

Sebagian pemula mungkin berani deposit di bawah US$1000.tetapi besar pula kemungkinan terkena MC karena posisi margin minim. Tapi Jika Pemula berani deposit US$2000 saya rasa posisi margin aman dari kemungkinan terkena MC…..jadi kalo modal awal minim kayaknya rada2 riskan juga….he he

winkboz July 11, 2011 at 8:32 PM

dari sisi analisa udah bisa (secara teknikal), kapan harus melakukan open posisi, tapi giliran mau masuk (tinggal klik), tiba2 keraguan datang. Itulah yang menyebabkan kehilangan peluang dan menyisakan sebuah penyesalan. Kenapa tadi nggak open posisi, padahal udah nunggu lama. Barangkali ada yang bisa ngasih solusi? terima kasih.

arhiJUTAWANfx June 22, 2011 at 10:59 AM

+an menurut saya…
Permainan forex bukan permainan emosioanal , tetapi permainan analisa …
Saat anda trading dan emosi kita terikut hendaknya tinggalkan trading ..
trading saat anda punya alasan untuk masuk market …
Butuh analyza untuk setiap open posisi dan tindakan untuk bergabung dengan market..
Hppy trading

akhmad June 15, 2011 at 8:12 PM

trim’s atas pencerahannya, karna selama ini itu yg saya lakukan sehingga sudah beberapa bulan ini saya ngga bisa WD. dan lebih parah lagi saya ngga bisa trading karna barusan MC. saya ingin konsisten d forex tetapi MC beberapa kali membuat saya down dan lemah mental. mohon bimbingan para master d sini ,,,,,,,,,,

Leave a Comment

Previous post:

Next post:

Belgium Economy Grew Faster Than Estimated In Q3   –   Greece Q3 Growth Unrevised   –   Italy Jobless Rate At New Record   –   Lithuania Growth Eases In Q3   –   Taiwan Sees Moderate Acceleration In Growth Next Year   –   Norway Jobless Rate At 12-month Low; Retail Sales Rise   –   Sweden Q3 Economic Growth Tops Expectations   –   Eurocoin Indicator Falls Further In November   –   India July-Sep Growth Exceeds Expectations   –   Denmark Economy Unexpectedly Grows In Q3   –  
Futures Galleria
LiveZilla Live Help