Tidak ada keraguan bahwa 2011 adalah tahun emas, harga emas naik sebesar 32,6%. Tapi akankah logam ini terus cemerlang pada tahun baru? Para ahli berpendapat tentang bagaimana pergerakan emas pada tahun 2012.
Sementara beberapa percaya bahwa harga akan naik ke $2.000 per ounce, yang lain berpendapat bahwa ini akan bergerak dalam arah berlawanan dan bisa turun ke level $1.450.
Kunal Shah, head, commodity research, Nirmal Bang, mengatakan, “Ada dua alasan utama mengapa emas akan kehilangan kemilaunya. Pertama, laporan ekonomi AS telah mendorong pada kuartal sebelumnya, sehingga kemungkinan Dolar menguat. Kedua, inflasi diperkirakan akan moderate. Saya melihat perdagangan emas di $1.300-1.400 per ounce di tahun mendatang. Setiap reli besar dari sini akan menjadi kesempatan yang baik untuk membukukan keuntungan.”
Major international banks telah meramalkan bahwa harga emas akan naik sebesar 13-28% (diatas $1.595 per ounce), yang berarti bahwa akan berkisar dari $1.810-2.050 per ounce. Menurut Goldman Sachs, bank sentral dapat membeli 400-600 ton emas pada tahun 2012, yang mana bisa mendongkrak harga emas.
Analis lain juga bullish pada emas. Kata Renisha Chainani, manager, commodities research, dengan Edelweiss Comtrade: “Ada lebih dari 50% kesempatan bahwa harga emas akan menyentuh $2.000 pada semester ke-2 tahun 2012. Namun, tidak akan menjadi reli satu arah dan volatilitas mungkin tinggi, sehingga harganya bisa berkisar dari $1.500-2.000 tahun depan”. Dia menyarankan investor untuk mengalokasikan tidak lebih dari 10% dari portofolio mereka untuk emas.
CB Consumer Confidence, tingkat kepercayaan dan optimisme konsumen terhadap ekonomi Amerika Serikat diprediksi kembali mengalami kenaikan, sebesar 58.5, dari 56.0. Apabila pada 27 Desember 2011 dirilis di atas 58.5, maka akan menguntungkan Dollar.
KOF Economic Barometer, selama 3 bulan berturut-turut gambaran mengenai kondisi perekonomian Switzerland menunjukkan angka negatif, yaitu 1.21, 0.80, dan 0.35. Bulan ini di prediksi kembali mengalami penuruan, sebesar 0.25, dari 0.35. Apabila pada 28 Desember 2011 di rilis di bawah 0.25, maka akan berdampak negatif bagi Swissy.
Unemployment Claims, Jumlah warga Amerika Serikat yang masuk dalam asuransi pengangguran perpekannya di prediksi mengalami kenaikan tipis, sebesar 370.000, dari 364.000. Apabila pada 29 Desember 2011 di rilis di atas 370.000, maka akan menguntungkan bagi Dollar.
Pending Home Sales, perubahan jumlah rumah kontrak yang akan dijual tetapi masih menunggu penutupan transaksi di AS, diprediksi mengalami banyak penurunan, sebesar 1.4%, dari 10.4%. Apabila pada 29 Desember 2011 dirilis di bawah 1.4%, maka akan berdampak negatif Dollar.
Manufacturing PMI (Purchasing Managers’ Index), level indeks gabungan berdasarkan sruvei manajer pembelian di industri manufaktur di China akan di rilis pada 1 Januari 2012. Apabila kembali di rilis turun, maka akan berdampak negatif bagi Yuan.
Analisa teknikal 27 – 30 Desember 2011
GBPUSD – Next Direction
GBPUSD kembali turun ke level 1.5583, setelah kembali naik ke level tertinggi selama 3 minggu terakhir di 1.5773. Selama sepekan kemarin pair di perdagangkan lebih dari 300 point, dan di tutup turun di level 1.5590. GBPUSD berpotensi terbentuk pattern Pullback bila naik ke level 1.5540 pada Time Frame H4. Namun bila menembus level 1.5540 dan break di bawah 1.5540, maka GBPUSD berpotensi kembali down ke level 1.5475.
Resistance 3=1.6064
Resistance 2=1.5918
Resistance 1=1.5754
Pivot =1.5608
Support 1=1.5444
Support 2=1.5298
Support 3=1.5134
Hang Seng – Next Direction
Hang Seng rebound ke level 18642 yang merupakan level tertinggi pekan kemarin, setelah turun ke level 17778. Selama sepekan kemarin Hang Seng di perdagangkan kurang dari 900 point, dan di tutup naik di level 18592. Selama break di bawah level 18786, maka 18358 akan menjadi target down selanjutnya. Namun bila break di atas level 18786, maka 19266 akan menjadi level up selanjutnya.
Resistance 3=19760
Resistance 2=19201
Resistance 1=18896
Pivot=18337
Support 1=18032
Support 2=17473
Support 3=17168
Gold –Next Direction
Gold kembali turun ke level 1597.70, setelah rebound ke level 1641.80, yang merupakan level tertinggi selama sepekan kemarin. Selama sepekan kemarin Gold di perdagangkan kurang dari $60 dan di tutup turun di level 1606.50. Pada Time Frame Daily berpotensi terbentuk pattern Pullback di level 1672. Apabila menyentuh level 1672 dan break di bawah level 1672, maka berpotensi kembali down ke level 1637. Namun bila menyentuh level 1672 dan break di atas 1672, maka berpotensi up ke level 1704.
Resistance 3=1696.13
Resistance 2=1668.96
Resistance 1=1637.73
Pivot =1610.56
Support 1=1579.33
Support 2=1552.16
Support 3=1520.93
Oil – Next Direction
Oil rebound hingga terbentuk level tertinggi selama sepekan kemarin di 100.22, dari level 92.75, dan ti tutup naik di level 99.63. Selama break di atas level 97.50, maka Oil berpotensi up ke level 101.23. Namun bila turun dan menembus level 97.50, maka Oil berpotensi kembali turun ke level 96.00.
Resistance 3= 109.78
Resistance 2= 105.00
Resistance 1= 102.31
Pivot =97.53
Support 1= 94.84
Support 2= 90.06
Support 3= 87.37
Disclaimer
Market analysis ini sama sekali tidak bermaksud untuk mengajari anda, terlebih lagi mengajak anda untuk open posisi trading. Segala tindakan / keputusan yang anda ambil merupakan tanggung jawab penuh atas diri anda sendiri.

