Indeks saham Asia turun tajam setelah berita pertumbuhan China lebih lambat dari yang diharapkan.
Pertumbuhan Cina melambat lebih dari yang diperkirakan dikarenakan ekspor dan permintaan domestik yang lesu. Hal ini meningkatkan tekanan terhadap Perdana Menteri Wen Jiabao untuk melonggarkan kebijakan keuangan lebih lanjut dalam menopang negara berperekenomian terbesar kedua di dunia.
Dollar Australia jatuh di bawah $ 1,040 dari sekitar $ 1,0430 sebelum PDB Cina Data yang dirilis. Saham Australia dan mata uangnya sangat sensitif terhadap data ekonomi dari China, yang merupakan mitra dagang utama Australia.
Nikkei Jepang rata-rata. N225 naik setinggi 1,6 persen namun mundur kembali di posisi 1,3 persen.


