
Lalu lintas berita atau news yang setiap harinya memenuhi halaman situs berita ataupun media cetak yang kita baca membuat kita bingung menentukan intisari berita mana yang sebenarnya menjadi motor penggerak market.
Daya ingat manusia mempunyai keterbatasan. Untuk itu agar berita penting yang harus kita cermati tidak sirna dari ingatan kita, kami mencoba merangkum beberapa berita penting yang layak anda pantau perkembangannya.
1. “Beautiful Deleveraging” by Mark Zandi
Mark Zandi adalah kepala ekonom di lembaga rating nomor #1 dunia, Moody’s Investor Service, memberikan wawancara di Yahoo’s Daily Ticker yang berjudul “Happy Days May Be Here Again“.
Inti dari percakapan dalam wawancara tersebut adalah, Zandi mengatakan bahwa develeraging berlebihan telah terjadi di dalam perekonomian AS.
Hal ini mirip dengan yang disampaikan oleh Ray Dalio, hedge fund nomor 1 dunia saat ini bahwa AS dan zona Eropa menerapkan deleveraging yang sama.
Lalu apa maksud dari “Deleveraging” yang mereka ucapkan?”
Menurut investopedia.com kami dapatkan bahwa deleveraging adalah :
Suatu perusahaan atau sebuah institusi terkadang akan berani untuk mengambil hutang dalam jumlah besar untuk mendorong pertumbuhan mereka. Namun hal ini akan meningkatkan resiko mereka. Jika deleveraging tidak berjalan sesuai rencana, maka resiko yang terjadi akan sangat besar dibandingkan kemampuan mereka untuk menanggungnya.
Lalu seperti apa kondisi sebenarnya? Mari kita perhatikan chart berikut :

*klik gambar untuk memperbesar
2. Fed Quantitative Easing : Sudah Pasti atau Belum?
Bill Gross, salah seorang hedge fund yang mengelola kumpulan dana investor terbesar di Wall Street dan terkenal sebagai orang yang berhasil memprediksi terjadinya krisis finansial di AS pada tahun 2008 mengatakan bahwa QE3 sudah pasti akan dilakukan oleh Federal Reserve AS setelah menganalisa FOMC minutes tanggal 23 Agustus lalu.
CNBC : Fed Easing A “Done Deal” : Bill Gross
3. Spekulasi mengenai apa yang akan dilakukan oleh ECB
ECB sebelumnya menyatakan bahwa yield surat hutang Italia dan Spanyol tidak boleh melewati ambang batas angka 7,5%. Namun ide ini dianggap hanya sebagai permainan ECB untuk menekan para spekulator market. Tidak ada yang tahu berapa batas sebenarnya dari yield yang dianggap membahayakan, namun yang pasti market pasti akan melakukan test dan hal ini akan segera terbongkar. Dengan demikian, bila kita menganalisa pernyataan ECB sebelumnya, bisa jadi nantinya ECB yang akan menanggung semua hutang Spanyol dan Italia.
Reuters : ECB may not set bond yield target, but keep it quiet
FGB : Rangkuman & Analisa Pernyataan Mario Draghi
4. Bank of England ngotot mempertahankan QE
Bank Sentral Inggris, Bank of England (BoE)mempublikasikan sebuah makalah yang quantitative easing mau tidak mau harus dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian Inggris. BoE juga mengakui bahwa quantitative easing pada dasarnya akan membantu golongan kaya (bank-bank besar), namun tidak mengakui bahwa hal itu juga akan berdampak merugikan rakyat kecil.
the Bank of England : The BoE Defends Quantitative Easing (pdf)
That’s it for today …
Dari keempat isu tersebut, hanya ada 1 kesimpulan bahwa setiap Bank Sentral di masing-masing negara berlomba-lomba mencetak uang dengan kedok kebijakan moneter quantitative easing. Bila anda mengerti betul mekanisme dan efek dari quantitative easing ini, maka hanya ada 2 peluang yang bisa kita ambil, yaitu inflasi mata uang dan naiknya index saham di seluruh dunia. Dan tampaknya bullish di Euro, Poundsterling dan index saham ini sudah “terbaca” oleh para investor besar sejak bulan Juli lalu.


