Trader
Login
FORGOT
PASSWORD
Deposit Withdrawal

Quantitative Easing : Mekanisme dan Dampaknya

Sep

19.12

Posted by Pratama
7 Comments

free lunchQuantitative easing seakan menjadi “trending topic” di market pada saat ini. Namun bagaimana sebenarnya dampak dari quantitative easing ini kepada pasar finansial? Dan kenapa para trader selalu menunggu-nunggu mengenai quantitative easing ini? Kami punya penjelasan simple nya :)

Historis Sistem Moneter Dunia

Dulu, setiap uang yang dicetak oleh Bank Sentral harus dijamin oleh sejumlah ons emas. Artinya bila seseorang mendepositkan 10 ons emas di bank, maka dia akan mendapatkan selembar surat berharga yang bisa digunakan untuk bertransaksi sesuai jumlah emas yang dia depositkan. Selembar surat berharga inilah yang kita kenal sebagai “mata uang”.

Namun karena sifat keserakahan manusia, Bank menerbitkan “surat berharga” tersebut lebih banyak dari cadangan deposit emas yang ada di bank tersebut. Hal inilah yang menjadi awal kejatuhan sistem moneter internasional dan berlanjut sampai sekarang ini.

Mekanisme Quantitative Easing

Kita ambil contoh di Amerika dimana Federal Reserve (Fed) bertindak sebagai Bank Sentral AS. Fed mencetak uang (tanpa jaminan dari emas tentunya) untuk membeli surat hutang negara (treasuries) dari pemerintah ataupun bank-bank komersial melalui open market. Maka pemerintah dan bank-bank tersebut mendapatkan suntikan dana segar untuk membiayai berbagai hal. Pemerintah dapat menggunakannya untuk membiayai anggaran pengeluaran, dan bank-bank komersial dapat menggunakannya untuk kembali menyalurkan kredit ke masyarakat. Jika kredit ke masyarakat berjalan lanjar, diharapkan hal ini akan kembali menggerakkan roda perekonomian.

Dampak Quantitative Easing

Tujuan quantitative easing sendiri pada dasarnya untuk menurunkan tingkat bunga kredit agar masyarakat dan korporasi mampu mendapatkan kredit dengan bunga terjangkau. QE juga diharapkan memancing para investor untuk keluar dari jenis investasi yang aman seperti bonds (surat hutang negara) dan bisa lebih banyak berkontribusi ke private sektor seperti meminjamkan modal ke perusahaan ataupun pengusaha. Pada akhirnya ini akan menaikkan optimisme bahwa ekonomi akan membaik. Harapan akan ekonomi yang membaik seperti inilah yang mendorong harga saham naik pesat ketika QE diumumkan.

Helicopter-Ben

Namun apa yang terjadi tidak selalu sesuai dengan rencana awal. Bank-bank yang mendapatkan suntikan dana dari Fed tidak bisa (atau tidak mau) menyalurkan kredit ke masyarakat. Bank-bank tersebut lebih suka menggunakannya untuk berspekulasi di market. Karena ini akan lebih menguntungkan bagi mereka. Seperti kasus JP Morgan yang akhirnya mengalami kerugian milyaran dolar AS karena berspekulasi di market Credit Default Swap (CDS). Bank-bank di Indonesia juga pernah mengalami kasus seperti ini, seperti kasus kredit macet pada beberapa tahun yang lalu. Belum lagi bila mereka turut terlibat untuk berspekulasi di pasar saham.

QE juga berpotensi menyebabkan resiko inflasi di mata uang karena adanya pencetakan uang baru (baik fisik atau elektronik) dengan catatan apabila hal tersebut menyebabkan price index (index harga barang & jasa) naik. Sebagai tambahan, Bernanke yakin QE tidak akan menyebabkan inflasi karena sejauh ini tingkat demand untuk barang & jasa di Amerika masih sangat rendah. Kalau berkaca kepada ilmu ekonomi, tingkat demand yang tinggi akan menyebabkan harga menjadi naik, dan harga naik inilah yang menyebabkan nilai inflasi karena kita membutuhkan jumlah uang yang lebih banyak untuk mendapatkan suatu barang / jasa (hukum suply and demand).

Namun tentunya resiko terjadinya inflasi masih tetap ada, dan hal inilah yang mendorong harga emas naik tajam seperti yang kita lihat pada beberapa tahun terakhir sejak krisis finansial global terjadi di tahun 2008.

Konklusi

Thank’s God, karena kita trader kita bisa mengambil keuntungan dari moment-moment besar seperti ini. Secara kasar, tidak perduli ekonomi akan memburuk, kita sebagai trader harus selalu bisa mengambil keuntungan dari kejadian-kejadian seperti ini. Karena inilah esensi kita menjadi seorang trader atau investor. Semoga bermanfaat :)

linkedin share
line break

{ 6 comments… read them below or add one }

winkbiz September 19, 2012 at 1:05 PM

terima kasih FG..yg telah memberikan gambar kondisi pasar internasional..salam profit

sunarto September 19, 2012 at 5:15 PM

Terima kasih , tercerahkan.

Cosmas September 20, 2012 at 1:24 AM

Artinya pemberian suntikan dana tdk sebanding dg nilai yg hrs dijaminkan o/ investor.

yogaruto September 20, 2012 at 4:54 PM

sepertinya ada sedikit kekurang pendalaman seputar QE…

QE dapat dilakukan “without printing more money” ..The Fed melakukan QE dengan melakukan apa yang mereka sebut sebagai “Operation Twist” .. sekilas cukup dilakukan dengan mengutak-ngatik tempo dari Bond..

selanjutnya…tujuan dari QE itu sendiri ..adalah ‘mempercepat pertumbuhan ekonomi’.. dan bukannya QE akan membuat suku bunga turun…tapi untuk melakukan QE dibutuhkan suku bunga yang rendah..

CMIIWW

Pratama September 21, 2012 at 1:23 AM

Benar memang tujuan QE adalah ‘mempercepat pertumbuhan ekonomi’ seperti yang sudah saya jelaskan efeknya di bagian dampak quantitative easing. Namun bila untuk QE dibutuhkan kondisi suku bunga yg rendah malah justru kebalik.

Printing more money itu ga berarti musti dalam bentuk fisik, tapi bisa juga elektronik seperti anda punya saldo di bank.
Untuk tujuan QE, coba Anda pelajari bagaimana mekanisme QE ini dari tahap print money > Fed open market operation > interbank rate > sampai federal funds rate.

Untuk Operation twist, coba digali lebih dalam lagi bagaimana efek dari Operation Twist ini bisa meningkatkan Capital Asset Ratio (gampangannya saldo) dari bank-bank US yang harus disetorkan ke Fed, dan efeknya ke money supply.
Semoga Anda akan menemukan ilmu berharga disana :)

Terus terang saya menulis artikel soal QE ini sudah saya permudah agar lebih gampang dicerna tanpa menggunakan istilah-istilah ekonomi / detail mekanisme rumit yang justru membingungkan. Mungkin ini yang membuat Anda salah persepsi mengenai kedalamannya.

Luca Blight December 23, 2012 at 8:51 PM

Mantap sekali ulasan yang anda berikan.. Mencerahakan sekali.^_^

Kalau saya pikir, QE merupakan suatu pembodohan yang dilakukan pihak bank sentral kepada masyarakat. Dengan enaknya institusi tersebut “mencetak uang”, padahal upaya tersebut hanya untuk memperlama atas munculnya kekacauan ekonomi. Kekacauan ekonomi hanya menunggu waktu.

Mungkin salah salah satu dampak ke depan adalah hiperinflasi atau malah mungkin depresi ekonomi kali ya.maap kalo salah..hehehehe

Saya sangat setuju kata2 anda, “Namun karena sifat keserakahan manusia, Bank menerbitkan “surat berharga” tersebut lebih banyak dari cadangan deposit emas yang ada di bank tersebut. Hal inilah yang menjadi awal kejatuhan sistem moneter internasional dan berlanjut sampai sekarang ini.”
Gara2 Nixxon pengen nyerang vietnam (salah satu penyebab), fiat sistem jadi merajelela. belum lagi ketambahan money debt sistem.hahahaha

Sayangnya, peraturan mata uang agar bisa dikaitkan kembali ke emas, tampaknya hanya impian belaka.. Pasti bakal banyak perlawanan apabila mata uang dikaitkan dengan emas diwujudkan kembali, dan juga perlawanan yang sama apabila mengubah hak mencetak dan menggedarkan uang dari bank sentral diberikan ke pemerintah..

Saatnya nimbun emas, beli lahan, dan jadi pengusaha aja dah. Pusing mikirin ginian. Otak kagak nyampe..hahahaha

Mkasih buat infonya bro Pratama,.

Leave a Comment

Previous post:

Next post:

Kisruh Pendapat Pada Pertemuan Fed Membuat Dollar Jatuh   –   Giliran Poundsterling Yang Melemah   –   Nasib Emas Akan Ditentukan Oleh The Fed Besok   –   Dollar Jadi Turun Karena Pemangkasan Obligasi Fed   –   Yen Masih Belum Sanggup Bangkit   –   Membaiknya Ekonomi AS Mimpi Buruk Bagi Emas   –   Soros Dukung Penurunan Emas   –   Abe Lebih Dipercaya Daripada Bernanke dan Draghi   –   Resesi Berkepanjangan Pada Zona Eropa   –   Nikkei Dalam Performa Terbaik Pada Level 15.000   –  
Futures Galleria