Trader
Login
FORGOT
PASSWORD
Deposit Withdrawal

Jesse Livermore, Trader Spekulan Tersukses Dalam Sejarah

Sep

26.12

Posted by Pratama
8 Comments

jesse livermoreJesse Livermore memberikan pelajaran bagi trader di seluruh dunia bahwa menjadi trader yang sukses tidak mesti mempunyai gelar atau pendidikan tinggi.

Kabur dari rumah pada umur 14 tahun karena sang ayah bersikeras menyuruhnya menjadi petani, Jesse Livermore yang hanya mengeyam bangku sekolah dasar akhirnya bekerja pada sebuah broker saham kecil di Boston, Amerika Serikat.

Dari situlah dia belajar otodidak dan memulai karir tradingnya sampai akhirnya dikenal sebagai Speculator King (Raja Spekulasi) karena intuisinya (feeling) dalam trading yang membawanya meraih keuntungan 100 juta dollar pada tahun 1929. Bayangkan saja apa yang bisa Anda beli dan lakukan dengan uang sebanyak itu pada masa lampau.

Gaya Trading Jesse Livermore

Jesse Livermore dikenal sebagai trader yang menggunakan nalurinya untuk melakukan Buy ataupun Sell. Mungkin sulit dipercaya ada seorang “gambler” yang berhasil menjadi seorang trader sukses. Namun bukan itu saja yang diandalkan oleh beliau dalam mengalahkan market. Jesse Livermore sangat memahami betul sifat-sifat psikologis manusia sebagai pelaku pasar, dan hal tersebut dimanfaatkannya untuk meraih kesuksesan di dunia trading.

Dalam sebuah tulisan dia menyebutkan bahwa,

“All through time, people have basically acted and reacted the same way in the market as a result of: greed, fear, ignorance, and hope. That is why the numerical formations and patterns recur on a constant basis.”

“Sepanjang waktu, orang pada dasarnya bertindak dan bereaksi dengan cara yang sama di pasar sebagai akibat dari: keserakahan, ketakutan, kebodohan, dan harapan. Itulah mengapa formasi numerik dan pola market muncul secara konstan”

Dia juga berkomentar mengenai julukannya sebagai “Speculator King” (Raja Spekulasi),

“The game of speculation is the most uniformly fascinating game in the world. But it is not a game for the stupid, the mentally lazy, the person of inferior emotional balance, or the get-rich-quick adventurer. They will die poor.”

“Permainan spekulasi adalah permainan yang paling menarik di dunia. Tapi jika Anda tahu, itu bukanlah permainan untuk orang-orang yang bodoh, bermental malas, orang dengan keseimbangan emosional rendah, atau orang yang bermimpi untuk cepat kaya. Mereka yang saya sebutkan pada akhirnya akan mati miskin.”

Pelajaran dari “The Speculator King”

Selama hidupnya Livermore pernah memperoleh namun juga sekaligus kehilangan jutaan dollar. Dia mendapatkan 3 juta dollar dan 100 juta dollar pada tahun 1907 dan 1929, namun selang beberapa tahun dia kehilangan semua keuntungannya tersebut.

Livermore memberikan suatu filosofi penting bagi para trader saat itu bahwa dia menambahkan posisi lebih banyak ketika posisi trading sesuai dengan market (averaging) dan melakukan cut-loss secepatnya bila mengalami kerugian.

Meski begitu, Jesse Livermore mengakui bahwa disiplin terhadap hal tersebut sangatlah sulit dan ketidak disiplinan itu pula yang menjadi penyebab hilangnya semua uang ratusan juta dollar yang pernah dikumpulkannya.

linkedin share
line break

{ 7 comments… read them below or add one }

Slamet Dharmadi September 27, 2012 at 12:45 AM

Halo Bung Pratama,
Tx buat sharingnya ttg Jesse Livermore. Interesting story tapi sayangnya ngga happy ending ya. Jesse Livermore pada akhirnya bunuh diri karena stress.
Ternyata memang yang terpenting dari semuanya bukan hanya teknik trading yang hebat tetapi juga keseimbangan dalam kehidupan keluarga kita.
Biar bagaimanapun cerita tentang Jesse Livermore sangat berarti.
Bagi saya pelajarannya adalah bahwa kita perlu memahami psikologi market. Terutama bagi yang teknik trading utamanya berdasarkan fundamental seperti saya.
Apalagi pas saat market ternyata bergerak ke arah yang berlawanan dari yang seharusnya terjadi bila sebuah high impact news keluar. Disitulah pemahaman tentang psikologi market sangat berperan untuk mengerti mengapa terjadi kasus demikian.
Dengan membaca biografi para trader sukses sangat banyak membantu saya di bagian seperti ini.
Berbagi terus ya Bung Pratama kalau ada cerita menarik tentang kisah sukses para trader yang menarik minat anda biar saya bisa nyontek bacaannya. Hehehee…
Trims banget…

Pratama September 27, 2012 at 1:20 PM

hehe…
saya sengaja tidak ekspos bunuh dirinya, saya coba ambil sisi positifnya saja yg bisa saya pelajari dari beliau. Saya paham kalau terjun di dunia trading ini bukanlah bisnis yang gampang. Mostly people will fail, makanya saya prihatin kalau ada yg ga tau apa2 udah berani terjun ke dunia trading (mungkin termakan rayuan “cepat kaya secara instant”). Apa yang bisa saya sumbangin untuk edukasi trading akan saya berikan sejauh pengetahuan saya agar tidak banyak lagi trader-trader yang malah merugi.

Trimakasih atas komentarnya :)

bahar September 27, 2012 at 4:17 PM

Nice share :)
Saya pendatang baru di dunia forex trading, mohon ijin sedot ilmunya gan :D

winkbiz September 30, 2012 at 9:07 PM

Prinsipnya menarik untuk diambil pelajaran/hikmah, sebab bagaimana pun juga seorang trader yang profesional dengan profit stabil masih ada saja sisi kekurangan sehingga perlu ditambah ilmunya. Karena yang namanya ilmu selalu berkembang dengan muncul toeri-teori baru..meski terkadang orang meremehkan teori..

shanty December 19, 2012 at 4:21 PM

wahh bagus banget sharingnya ,perlu belajar banyak lagi tentang trading ini.

wong koplak April 19, 2013 at 7:02 AM

seorang trader yang meninggal dengan bunuh diri, dengan meninggalkan uang 5juta $… :D

anamfx April 20, 2013 at 8:42 AM

awal sy terjun di trading bahwa ini bisnis cepat kaya tapi kenyataan tidak demikian, sy belajar otodidak dan berbagai macam masta bahwa trading adalah bisnis yg butuh proses. jika kita berpikir target sehari 5-10 % adalah gampang, tetapi kenyataannya sangat beresiko. sy pun sadar bahwa sehari 2-3 % adalah profit yg besar jika kita bisa konsisten. maka perbulannya hasil yg kita sangat lumayan. bagi teman2 yg sudah terjun ke dunia trading, jgn putus asa, jika ada hri ni sudak loss 20-50 kali anggap saja itu adalah biaya belajar anda. yakinlah bahwa trading adalah bisnis bukan cepat kaya tetapi bisnis pasti kaya.

Leave a Comment

Previous post:

Next post:

Soros Dukung Penurunan Emas   –   Abe Lebih Dipercaya Daripada Bernanke dan Draghi   –   Resesi Berkepanjangan Pada Zona Eropa   –   Nikkei Dalam Performa Terbaik Pada Level 15.000   –   US Dollar Jadi Perburuan Para Investor   –   Harga Emas Masih Pada Level Rendah   –   Aksi Beli Besar-Besaran Terhadap Dollar   –   Dollar Mengikis Harga Emas   –   Kebijakan BoJ Membebani Yen   –   Pengaruh Dari Pembelian Fisik Emas Yang Melambat   –  
Futures Galleria