Bila anda pernah menjalani bisnis transaksi saham, atau melihat berita di surat kabar mengenai pasar saham, mungkin anda sudah menyadari bahwa ada banyak sekali saham yang diperdagangkan di sana. Nyatanya, ada lebih dari 2000 saham yang ada di Pasar Saham New York saja. Wow, banyak sekali yaa.

Harga dari saham-saham ini dipengaruhi oleh banyak sekali faktor, berikut ini beberapa faktor-faktor yang bisa memengaruhi harga saham:

  • Laporan pendapatan perusahaan.
  • Desas desus mengenai penggabungan perusahaan dan akuisisi.
  • Berita mundurnya pemimpin perusahaan.

Ketiga faktor ini belum mencakup faktor-faktor lainnya yang tidak bisa disebutkan di sini yang memiliki pengaruh terhadap harga saham. Bayangkan bila anda memiliki ratusan saham, maka anda bisa mengira-ngira berapa banyak pekerjaan yang harus anda lakukan.

Hal ini berbanding terbalik dengan pasar mata uang. Pasar ini lebih sederhana dan lebih mudah diprediksi dibandingkan dengan pasar saham. Kenapa? Berikut empat alasan utamanya:

Hanya Ada Delapan Mata Uang yang Harus Diperhatikan di Pasar Mata Uang

Tidak seperti pasar saham yang mana kita harus memerhatikan setiap berita dan rumor dari masing-masing perusahaan, pasar mata uang hanya memiliki delapan mata uang yang harus kita perhatikan perkembangannya. Berikut delapan mata uang tersebut:

  • U.S. dollar (USD)
  • British pound (GBP)
  • Euro (EUR)
  • Japanese yen (JPY)
  • Swiss franc (CHF)
  • Australian dollar (AUD)
  • New Zealand dollar (NZD)
  • Canadian dollar (CAD)

Pasangan mata uang yang umum diperdagangkan adalah dolar Amerika dan euro. Di dalam pasar, pasangan mata uang ini biasa ditampilkan seperti berikut: EUR/USD. Tak hanya itu, dolar Amerika juga kerap dipasangkan dengan mata uang lainnya seperti yang tertera di atas. Pasangan mata uang ini diperjualbelikan oleh 72% trader dari seluruh dunia setiap harinya.

Tentunya lebih mudah memerhatikan pergerakan delapan mata uang dibandingkan dengan ribuan saham bukan? Kebanyakan trader hanya memusatkan perhatiannya pada satu atau dua pasangan mata uang seperti EUR/USD, USD/JPY dan GBP/USD. Dengan ini, trader mata uang hanya perlu memerhatikan tiga buah grafik dan perkembangan empat mata uang.

Perdagangan mata uang bisa dilakukan kapan saja, alias 24 jam. Berbeda dengan pasar saham yang memiliki keterbatasan waktu transaksi dan tidak sedikit jumlah saham yang memerlukan perhatian penggiatnya. Hal ini yang membuat pasar mata uang lebih menarik dibandingkan dengan pasar saham.

Pasar Mata Uang Buka 24 Jam sehari, 6 Hari Seminggu

Pasar mata uang terpusat di berbagai belahan dunia. Berikut negara-negara yang menjadi pusat perdagangan mata uang:

  • New York (sesi Amerika)
  • London dan Frankfurt (sesi Eropa)
  • Tokyo dan Sidney (sesi Asia Pasifik)

Belakangan ini Hong Kong dan Singapura juga menjadi pusat perdagangan mata uang yang maju dan modern. Masing-masing sesi memiliki waktu aktif tersendiri. Ketika sesi perdagangan Amerika ditutup, sesi Asia dibuka, dan diikuti dengan sesi Eropa. Adanya overlap dari pasar yang sedang aktif antara sesi Eropa dan Amerika membuat waktu ini dimanfaatkan oleh banyak trader untuk melakukan transaksi. Di waktu ini pulalah mayoritas volume transaksi berlangsung. Dibandingkan dengan pasar saham, pasar forex terlihat lebih dinamis dan menguntungkan.

Tidak Ada Perantara di Perdagangan Mata Uang

Karena sifat perdagangan mata uang yang tidak tersentralisasi membuat perdagangan mata uang tidak memerlukan perantara untuk berbisnis. Broker forex punya peranan yang sama dengan broker saham, namun broker forex tidak menarik biaya yang besar dari para trader. Mereka hanya meminta fee kecil dalam bentuk spread dan tidak ada komisi dalam perdagangan mata uang.

Dengan kecanggihan teknologi seperti internet memudahkan trader untuk bekerja sama dengan broker dan menghilangkan kebutuhan perantara untuk mengakses pasar.

Perdagangan Mata Uang Lebih Stabil Dibandingkan dengan Pasar Lainnya

Forex adalah pasar finansial terbesar di dunia, yang mana pelaku pasarnya punya peranan penting di berbagai belahan dunia. Berikut beberapa penggiat pasar mata uang:

  • Bank-bank besar dunia
  • Perusahaan multinasional
  • Bank sentral
  • Pemerintah

Dengan ukurannya yang sebesar ini, sangat sulit bagi satu partisipan saja untuk menggerakkan harga mata uang secara signifikan.

Bila dibandingkan dengan pasar saham, diskusi dari para analis atau rumor saja bisa sangat berpengaruh terhadap harga saham tersebut. Hal ini membuat para investor percaya bahwa analisa terhadap mata uang lebih mudah dilakukan dan ditebak dibandingkan dengan saham.

Itu dia 4 alasan kenapa trader lebih memilih pasar mata uang dibanding pasar saham. Bagaimana dengan anda? Apakah alasan anda untuk menjadi seorang trader tergambar di atas? Share di bagian komen yaa! 🙂

linkedin share
Subscribe

2 comments

  • Hello, guest